Jumat, 13 September 2013

All DRIVER and Resetter Print Epson

Berikut ini a bagi nih beberapa kumpulan Resetter print Epson...

1. SSC Service (freeware 100%)



Menunya Sebagai Berikut :



SSC service adalah utility resetter print Epson yang mendukung berbagai macam Type & Model.

adapun type /model epson yang didukung antara lain

Epson Stylus Сolor 400 supportedEpson Stylus Сolor 440 supportedEpson Stylus Color 480 LPT supportedEpson Stylus Color 480SXU / 580 supportedEpson Stylus Сolor 600 supportedEpson Stylus Сolor 640 supportedEpson Stylus Сolor 660 supportedEpson Stylus Сolor 670 supportedEpson Stylus Color 680 / 777 supportedEpson Stylus Сolor 740 supportedEpson Stylus Сolor 760 supportedEpson Stylus Сolor 800 / 850 supportedEpson Stylus Сolor 860 supportedEpson Stylus Color 880 supportedEpson Stylus Color 900 / EM-900C supportedEpson Stylus Color 980 supportedEpson Stylus Сolor 1160 supportedEpson Stylus Color 1520 supportedEpson Stylus Color 3000 supportedEpson Stylus C20 / C40 / CL-750 supportedEpson Stylus C41 / C42 / C43 / C44 / C45 / C46 / C47 / C48 ** supportedEpson Stylus C50 supportedEpson Stylus C60 supportedEpson Stylus C61 / C62 ** supportedEpson Stylus C63 / C64 ** supportedEpson Stylus C65 / C66 and PE ** supportedEpson Stylus C67 / C68 / D68 and PE ** supportedEpson Stylus C70 ** supportedEpson Stylus C80 ** supportedEpson Stylus C82 ** supportedEpson Stylus C83 / C84 ** supportedEpson Stylus C85 / C86 and PE ** supportedEpson Stylus C87 / C88 / D88 and PE ** supportedEpson Stylus Photo RX420 / RX425 / RX430 ** supportedEpson Stylus Photo RX500 / RX510** supportedEpson Stylus Photo RX520 ** supportedEpson Stylus Photo RX600 / RX610 ** supportedEpson Stylus Photo RX620 ** supportedEpson Stylus Photo RX700 ** supportedEpson Stylus CX3100 / CX3200 ** supportedEpson Stylus CX3500 / CX3600 / CX3650 ** supportedEpson Stylus CX3700 ** supportedEpson Stylus CX3800 / CX3810 / DX3800 ** supportedEpson Stylus CX4500 ** supportedEpson Stylus CX4600 ** supportedEpson Stylus CX4100 / CX4200 ** supportedEpson Stylus CX4700 / CX4800 ** supportedEpson Stylus DX4200 / DX4800 ** supportedEpson Stylus CX5100 / CX5200 ** supportedEpson Stylus CX5300 / CX5400 ** supportedEpson Stylus CX6400 / CX6600 ** supportedEpson Stylus CX6300 / CX6500 ** supportedEpson Stylus CX7800 ** supportedEpson PictureMate supportedEpson Stylus Photo supportedEpson Stylus Photo EX supportedEpson Stylus Photo 700 / IP-100 supportedEpson Stylus Photo 750 / PM-770C supportedEpson Stylus Photo 780 / 790 / PM-780C supportedEpson Stylus Photo 810 / 820 supportedEpson Stylus Photo 820 ** supportedEpson Stylus Photo 825 / 915 supportedEpson Stylus Photo 830 / 830U ** supportedEpson Stylus Photo 870 / PM-875DC supportedEpson Stylus Photo R200 / R210 ** supportedEpson Stylus Photo R220 / R230 ** supportedEpson Stylus Photo R300 / R310 ** supportedEpson Stylus Photo R320 ** supportedEpson Stylus Photo R800 / PX-G900 ** supportedEpson Stylus Photo R1800 ** supportedEpson Stylus Photo R2400 ** supportedEpson Stylus Photo 890 supportedEpson Stylus Photo PM-890C supportedEpson Stylus Photo PM-A700 ** supportedEpson Stylus Photo PM-G720 ** supportedEpson Stylus Photo PM-970C ** supportedEpson Stylus Photo 895/ 785EPX supportedEpson Stylus Photo 900 ** supportedEpson Stylus Photo 925 / 935 ** supportedEpson Stylus Photo 950 / 960 / PM-950C ** supportedEpson Stylus Photo 1200 / PM-3000C supportedEpson Stylus Photo 1270 / PM-3300C supportedEpson Stylus Photo 1280 / PM-3500C supportedEpson Stylus Photo 1290 supportedEpson Stylus Photo 2000P supportedEpson Stylus Photo 2100 ** supportedEpson Stylus Photo 2200 / PM-4000EPX ** supportedEpson Stylus Pro 5000 / PM-5000C supported
yang berminat silahkan klik disini untuk keterangan lebih lanjut

untuk dowload versi 4,30 silahkan langsung klik disini

_____________________________________________________________________________

2.Epson Stylus 1000/800

Softwarenya Klik Disini, (115K)

___________________________________________________________________________

3.Epson Stylus C20/C40

for Win95 (425k) Disini, (115K)

___________________________________________________________________________

4.Epson Stylus C20/C40

for Win98 (425k) Disini, (115K)

___________________________________________________________________________

5.Epson Stylus C42/C41

for Win98 (425k) Disini, (115K)

__________________________________________________________________________

6.Epson Stylus C42/C41/C43/C44 LPT USB

Stylus C41/C42/C43/C44 LPT USB for Win98/ME/2k/XP (470k)

__________________________________________________________________________

7.Epson Stylus C41/C46

Stylus C41-C46 for Win98/ME/XP (528k)

__________________________________________________________________________

8.Epson Stylus C60

Stylus C60 (500k)

__________________________________________________________________________

9.Epson Stylus C63/C66

Stylus C63-66 (550k)

__________________________________________________________________________

10.Epson Stylus C70/C80

Stylus C70/C80 for Win98 (528k)

__________________________________________________________________________

11.Epson Stylus C480

Stylus C480 (2,15M)

__________________________________________________________________________

12.Epson Stylus C480

Stylus C580 (450k)

__________________________________________________________________________

13.Epson Stylus C660

Stylus C660 (1,72M)

__________________________________________________________________________

14.Epson Stylus C670

Stylus C670 (2,17M)

__________________________________________________________________________

15.Epson Stylus C680/C777

Stylus C680/777 (450k) и еще одна (8k)

__________________________________________________________________________

16.Epson Stylus C880/C888

Stylus C880/888 (389k)

__________________________________________________________________________

17.Epson Stylus Photo700/EX

Stylus Photo700/EX (59k)

__________________________________________________________________________

18.Epson Stylus CX6300-6600

Stylus CX6300-6600 for Win98/XP (630k)

__________________________________________________________________________

19.Epson Stylus CX6300-6600

Stylus Photo780/790 (403k)

__________________________________________________________________________

20.Epson Stylus Photo 870/1270

Stylus Photo870/1270 for Win98 (2,17M)

__________________________________________________________________________

21.Epson Stylus Photo 890/1280

Stylus Photo890/1280 for Win98 (560k)

__________________________________________________________________________

22.Epson Stylus Photo 890/1280/1290

Stylus Photo890/1280/1290 for Win98/XP (760k)

__________________________________________________________________________

23.Epson Stylus Photo 925

Stylus Photo925 for Win98/XP (620k)

__________________________________________________________________________

24.Epson Stylus Pro 9600

Stylus Pro 9600 (2,24M)

__________________________________________________________________________

25.Epson Stylus Photo R200/R210

Stylus Photo R200/210 for Win98/XP (634k)

__________________________________________________________________________

26.Epson Stylus Photo R300/R310

Stylus Photo R300/310 for Win98/XP (636k)

__________________________________________________________________________

27.Epson Stylus Photo R800

Stylus Photo R800 for Win98/XP (830k)

__________________________________________________________________________

28.Epson Stylus Photo RX500/510

Stylus Photo RX500/510 for Win98/XP (660k)

__________________________________________________________________________

29.Epson Stylus Photo RX600

Stylus Photo RX600 for Win98/XP (625k)

_____________________________

untuk update printer epson tx, ada di link dibawah ini :

_______________________________________________

30.Epson Stylus Photo TX200, TX209

http://www.4shared.com/file/131009692/ad2f5159/TX200_TX209ap_n.html

_________________________________________

31.Epson Stylus Photo TX105 , TX 100

http://www.4shared.com/file/131009700/9321e10b/TX105_TX100_20090315__n.html

_________________________________________

31.Epson Stylus Photo TX105 , TX 100

http://www.4shared.com/file/131009700/9321e10b/TX105_TX100_20090315__n.html

__________________________________________

32.Epson Stylus Photo TX105 , TX 100

http://www.4shared.com/file/131009705/e34b1584/Adjustment_Reseter_Epson_Indonesian_Only_V213_for_S20_T10_T11_T20_T26_T30_TX600FW.html

________________________________________

33.Epson Stylus Photo TX101 , TX 111

http://www.4shared.com/file/ue8vbjom/TX110-TX111Epsonresetter.html

Kamis, 12 September 2013

Sepasang kekasih, berdua, hanya berdua di udara. Berdua bersama melakukan, merasakan, dan menikmat sebuah “tarian” cinta terdahsyat sepanjang masa sambil mata terpejam. Wow, indahnya! Bersama angin yang membelai dua insan terikat ikrar cinta menembus angkasa. Gerak cinta meliuk-liuk, mendesah dan kala rekah cinta mengeluarkan “sinarnya” sang kekasih pun menembus langit. Tinggallah Romi sendiri di bukit sambil memeluk pakaian, menunggu dan dengan syair yang tersisa menyanyikan puisi permohonan. “Kekasih, kembalilah….”

*
Sepi malam sudah mulai terasa. Tidak ada lalu lalang kaki melangkah. Angin pun berhembus pelan. Daun-daun sesekali melambai. Mungkin semua sudah ke peraduan. Mungkin semua sudah tak peduli lagi dengan malam. Atau sebaliknya, malam lah yang membuat semua menjadi hening.
Tapi tidak dengan dua insan yang sedang berada di gubuk dekat sungai mengalir. Di taman yang luas dan di antara pepohonan yang berbatas bukit Romi dan Riska terintip sang mata dewa sedang memadu kasih.
**
Kini mereka melangkahkan kaki. Tampaknya menuju bukit. Sambil bernyanyi keduanya pun mendaki bukit.


Malam ini indah sekali
Bulan pun ikut bernyanyi
Ku kecup keningmu kasih
Sebagai tanda cintaku kasih


Malam ini indah sekali
Dua hati saling mencintai
Ku ingin kau peluk diri ini
Agar tiada risau dihati




Kita adalah insan ilahi
Marilah selalu memuji
Syukuri cinta yang ada
Pujilah dia yang Kuasa

Nyanyian itu mengiringi langkah mereka ke lekuk bukit. Dan setiap kali terlindungi dari curi pandang rembulan suara mereka menghilang. Hanya ada desah dan desah. Juga di enam puncak bukit lainnya. Hanya desah dan desah. Ada yang tersentuh dan ada pula yang menyentuh. Merapat sambil mendesak. Mendesak sambil mendesah. Rapat dan merapat. Meliuk di antara rumput basah. Tersingkap dan terlepas. Dan tiada lagi penghalang kala tiba di puncak bukit.
***
Tarian pun menghangat. Syair suara berganti dengan syair bibir yang beradu. Gerak tubuh merapat membuat energi cinta meringankan tubuh. Dan keduanya pun terangkat ke udara. Bercinta di udara. Menyentuh awan. Menggapai bintang. Meleburkan keduanya dalam sebuah tarian yang teramat dahsyat. Menyatukan segala yang ada di dalam diri ke dalam setiap basah yang menetes. Saling meraih dan saling merengkuh. Saling merasakan. Meresapi semua aliran rasa lewat segala gaya dan posisi terindah yang belum pernah ada. Bahkan dalam buku bercinta kamasutra sekalipun! Dahsyat!
Dan kala keduanya tiba di puncak asmara tiba-tiba tubuh Riska tertarik ke langit bersamaan desahan yang panjang. Hilang menembus awan. Sayangnya, Romi justru terjatuh ke bukit. Dan dengan sedih hanya bisa memeluk pakaian Riska. Sendiri menunggu dan menunggu. Gundah menggoda. Resah menanti. Bertanya dalam hati, akankah kekasih kembali?
Duhai, mengapa rindu menyentak dada

Mengapa syairku tiada berguna
Kala engkau tiada disini
Datanglah duhai kekasih
Jangan biarkan daku sendiri
Aku tiada sanggup begini
Tanpa engkau ada disini

Pagi hampir tiba. Dan diantara ketiadaan dan kehilangan rasa sesosok cinta yang dinanti pun tiba. Dan dengan sebuah kecupan menuangkan anggur langit berisi berita cinta asmara yang tadi tertunda. Ahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh dan semua yang tertunda terlepas menjadi mimpi basah.

CINTA KASIH DAN KEINDAHAN

BAB I

PENDAHULUAN


Hakikat cinta kasih yaitu cinta boleh jadi merupakan suatu istilah yang sulit untuk dibatasi secara jelas. Kendatipun demikian, sulit juga untuk diungkapkan dan diingkari bahwa cinta adalah salah satu kebutuhan hidup manusia yang cukup fundamental. Begitu fundamentalnya sampai-sampai membawa Victor Hago, seorang punnjagga terkenal, pada satu kesimpulan: b ahwa mati tanpa cita sama halnya dengan mati dengan penuh dosa.
Cinta memang sangat erat terpaut dengna kehidupan manusia. Tidak pernah selintas pun orang berpikir bahwa cinta itu tidak penting. Mereka haus akan cinta.
Kendatipun demikian, hampir setiap orang tidak pernah berpikir tentang apa dan bagaimana cinta itu. Padahal berpikir tentang apa dan bagaimana cinta itu padahal, cinta bisa diibaratkan sebagai suatu seni yang sebagaimana bentuk seni lainnya sangat memerlukan pengetahuan dan latihan untuk bisa menggapainya.
Menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia karangan W.J.S. Purwodarminto, kasih syang diartikan dengan perasaan sayang, perasaan cinta tau perasaan suka kepada sesorang semua itu juga terpaut dengan keindahan sesuatu yang bagus, permai, cantik, elok dan semua sesuatu yang dinilai indah.


BAB II

CINTA KASIH DAN KEINDAHAN


1. Manusia dan Cinta Kasih (Kapital)
  A. Arti Cinta Kasih
Cinta kasih besumber pada ungkapan perasaan yang didukung oleh unsur karsa, yang dapat berupa tingkahlaku dan pertimbangan dengan akal yang menimbulkan tanggung jawab. Dalam cinta kasih tersimpul pula rasa kasih sayang dan kemesraan. Belas kasihan dan pengabdian. Cinta kasih yang disertai dengan tanggung jawab menciptakan keserasian, keseimbangan, dan kedalaman antara sesama manusia, dengan lingkungan, dan antara manusia dengan Tuhan.
Secara sederhana cinta kasih adalah perasaan kasih sayang, kemesraan, belas kasihan dan pengabdian yang diungkapkan dengan tingkah laku yang bertanggung jawab. Tanggung jawab artinya akibat yang baik, positif, berguna, saling menguntungkan, menciptakan keserasian, kseimbangan, dan kebahagiaan, berbagai bentuknya dapat diuraikan sebagai berikut:
1) Cinta diri
Secara alamiah manusia mencintai dirinya sendiri. Manusia membenci segala sesuatu yang mendatangkan penderitaan, rasa sakit dan bahaya lainnya.
Cinta diri erat hubungannya dengan menjaga diri. Manusia menurut segala sesuatu yang bermanfaat dan berguna bagi dirinya. Gejala yang menunjukkan kecintaan manusia terhadap dirinya sendiri ialah kecintaanya luar biasa terhadap harta benda. Sebab manusia beranggapan dengan harta benda ia dapat merealisasikan semua keinginannya guna mencapai kesenangan-kesenangan kemewahan hidup.
Cinta terhadap dirinya tidak harus dihilangkan, tetapi harus berimbang dengan cinta kepada orang lain untuk berbuat baik. Inilah yang dimaksud dengan cinta ideal.
Al-Quran (QS:7:188 dan Surah 41 ayat 49).
2) Cinta sesama manusia
Cinta kepada sesama manusia merupakan watak manusia itu sendiri. Perlakuan yang baik kepada sesama manusia bukan dalam arti karena seseorang itu membela, menyetujui, mendukung, atau berguna bagi dirinya, melainkan datang dari hati nuraninya yang ikhlas disertai tujuan yang mulia.
Motivasi seseorang mencintai sesama manusia disebabkan karena manusia itu sendiri tidak dapat hidup sendirian (manusia sebagai makhluk sosial) dan merupakan suatu kewajiban (QS:49:10)
3) Adil dan belas kasih
Sering orang berpendapat bahwa belas kasih atau cinta itu di atas keadilan. Dengan pendapat tersebut mereka bermaksud bahwa perilaku yang digerakkan atau dimotivasi oleh belas kasih itu lebih utama daripada kerjaan yang digerakkan oleh rasa keadilan.
4) Pertemuan dan cinta
Pertemuan antara dua orang dapat membangkitkan rasa cinta. Dalam pertemuan terjadi saling membuka hati, terbuka dan jujur. Hubungan antar dua orang memuncak dalam hubungan cinta sebab asal mula hubungan cinta itu adalah anugerah Tuhan. Syarat cinta adalah kerendahan hati pada orang yang memanggil, kesediaan pada orang yang dipanggil.
Dalam cinta timbul komunikasi, kebersamaan yang sungguh-sungguh komunikatif dan selalu mengandung suatu imbauan kepada sesama.
5) Cinta kepada tuhan (Allah swt)
Puncak cinta manusia yang paling tinggi, mulia, jernih dan spiritual ialah cintanya kepada Allah dan kerinduannya kepada-Nya. Tidak hanya shalat, pujian dan doanya, tetapi semua tindakan dan tingkah lakuknya ditujukan kepada Allah, mengharapkan penerimaan dan ridha-Nya. Dalam firman Tuhan : “Katakanlah: jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutlah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu. Allah maha pengamupun lagi maha penyayang” (Q:3:31).
Cinta seorang mukmin kepada Allah melebihi cintanya kepada segala sesuatu yang ada di dalam kehidupan ini, melebihi cintanya kepada dirinya sendiri, anak-anaknya, isterinya, kedua orang tuanya, keluarganya dan hartanya.
Cinta yang ikhlas seorang manusia kepada Allah merupakan pendorong dan mengarahkannya kepada penundukkan semua bentuk kecintaan lainnya. Cinta kepada Allah akan membuat seseorang akan menjadi mencintai sesama manusia, hewan, semua makhluk Allah, dan seluruh alam semesta. Hal ini terjadi karena semua yang ada dipandang sebagai manifestasi Tuhannya, sebagai sumber kerinduan spiritualnya dan harapan kalbunya.
  B. Contoh Cinta Kasih
Ada beberapa contoh cinta kasih, yaitu sebagai berikut:
1) Cinta kasih antara orang tua dengan anaknya. Orang tua yang memperhatikan dan memenuhi kebutuhan anaknya, berarti mempunyai cinta kasih terhadap anak, mereka selalu mengharapkan agar anaknya menjadi orang baik dan berguna dikemudian hari.
2) Cinta kasih antara pria dan wanita. Seorang pria menaruh perhatian terhadap seorang gadis dengan prilaku baik, lemah lembut, sopan, apalagi memberikan sekuntum mawar merah, berarti ia menaruh cinta kasih terhadap gadis itu.
3) Cinta kasih antara sesama manusia. Apabila seorang sahabat berkunjung kerumah kawannya yang sedang sakit dan membawa obat kepadanya, menghiburnya serta medoakannya berarti sahabat itu menaruh cinta kasih terhadap kawannya yang sakit itu.
4) Cinta kasih antara manusia dan Tuhan. Apabila seorang taat beribadah, menuruti perintahnya dan menjauhi segala larangan Tuhan, orang itu mempunyai cinta kasih kepada Tuhan pencipta-Nya
5) Cinta kasih manusia terhadap lingkungannya. Apabila seseorang menciptakan taman yang indah, memelihara tanaman pekarangan, tidak menebang kayu di hutan seenaknya, menanam tanah gundul dengan teratur, tidak berburu hewan secara semena-mena bisa dikatakan orang tersebut menaruh cinta kasih atau menyayangi lingkungan hidupnya.
  C. Ungkapan Cinta Kasih
Cinta kasih adalah ungkapan perasaan yang diwujudkan dengan tingkah laku, seperti dengan kata-kata, tulisan, gerak, atau media lainnya.
Ungkapan dengan kata-kata atau pernyataan, misalnya ungkapan. Aku cinta padamu. Ungkapan dengan tulisan, misalnya surat cinta, surat Ibu kepada putrinya. Ungkapan dengan gerak, misalnya salaman, pelukan, ciuman dan rangkulan. Ungkapan dengan media, misalnya setangkai bunga, benda suvernir dan benda kado. Ungkapan-ungkapan ini selain dalam bentuk nyata, juga dalam bentuk karya budaya, misalnya seni suara, seni sastra, seni drama, film, dan seni lukis.
Orang yang mempunyai pesona cinta kasih, hidupnya penuh gairah, semangat, banyak inisiatif, dan penuh kreatif, bagi seniman perilaku cinta kasih ditungkan dalam bentuk karya budaya sehingga dapat dinikmati pula oleh masyarakat/khalayak. Dengan demikian, masyarakat dapat memetik nilai-nilai kemanusia yang terungkap melalui karya budaya itu.

MANUSIA DAN KEINDAHAN


1. Pengertian Keindahan

Keindahan berasal dari kata indah artinya bagus, permai, cantik, olek, molek, dan sebagainya. Benda yang mempunyai sifat indah ialah segala hasil seni, (meskipun tidak semua hasil seni indah). Pemandangan alam (pantai, pegunungan, danau, bunga-bunga di lereng gunung). Rumah (halaman, tatanan, perabot rumah tangga dan sebagainya), suara, warna, dan sebagainya, kawasan keindahan bagi manusia sangat luas seluas keanekaragaman manusia dan sesuai pula dan perkembangan peradaban teknologi, sosial dan budaya. Karena itu dapat di katakan bahwa keindahan merupakan bagian hidup manusia. Keindahan tidak dapat dipisahkan dan kehidupan manusia dimanapun kapanpun dan siapa saja dapat menikmati keindahan.
Keindahan adalah identik dengan kebenaran-keindahan adalah kebenaran, dan kebenaran adalah keindahan keduannya mepunyai nilai yang sama yaitu abadi dan mempunyai daya tarik yang selalu bertambah.
Keindahan juga bersifat universal, artinya tidak terikat oleh selera perorangan, waktu dan tempat, selera model ke daerah atau lokal.
  a. apakah keindaha itu?
Abad ke-18 pada saat itu pengertian keindahan telah dipelajari oleh para filsuf. Menurut The Liang Gie dalam bukunya “Garis Besar Estetik” (Filsafat keindahan) dalam bahasa Inggris keindahan itu di terjemahkan dengan kata “beautiful”, Prancis “beau” italia dan spanyol “bello”. Kata-kata itu berasal dari bahasa latin “bellum”. Akar katanya adalah “bonum”. Yang berarti kebaikan kemudian mempunyai bentuk pengecualian menjadi “bonellum” dan terakhir di pendekan sehingga di tulis “bellum”.
Selain itu menurut luasnya dibedakan pengertian:
1). Keindahan dalam arti luas, 2). Keindahan dalam arti astetik murni, 3). Keindahan dalam arti terbatas dalam hubungannnya dengan pengertian.
1) Selanjutnya The Liang Gie menjelaskan bahwa keindahan dalam arti luas mengandung pengertian, ide lebarkan misalnya Plato menyebut watak yang indah dan hukum yang indah, sendangkan Aristoteles merumuskan keindahan sebagai sesuatu yang baik dan juga menyenangkan.
Jadi pengertian yang seluas-luasnya meliputi:
- Keindahan seni
- Keindahan alam
- Keindahan moral
- Keindahan intelektual
2) Keindahan dalam arti estetik murni menyangkut pengalaman estetik seseorang dalam hubungannya dengan segala sesuatu yang diserapnya.
3) Keindahan dalam arti yang terbatas mempunyai arti yang lebih di sempitkan sehingga hanya menyangkut bedan-benda yang dapat diserap dengan penglihatan. Yakni berupa keindahan bentuk dan warna.
Jadi keindahan pada dasarnya adalah sejumlah kualitas pokok tertentu yang terdapat pada suatu hal. Kualitas yang paling sering disebut adalah kesatuan (unity). Keseimbangan (balance), dan kebaikan.
Dari ciri itu dapat diambil kesimpulan, bahwa keindahan tersusun dari berbagai keselarasan dan kebalikan dari garis, warna, bentuk, nada, dan kata-kata.
  b. Nilai estetik
Masalah sekarang adalah: apakah nilai estetik itu? Dalam bidang filsafat, istilah nilai seringkali di pakai suatu kata benda abstrak yang berarti keberhargaan, atau kebaikan.
Nilai ekstrinsik adalah sifat baik dari suatu benda sebagai alat atau sarana untuk sesuatu hal lainnya (instrument / contributory volue) yakni nilai yang bersifat sebagai alat yang bersangkutan atau sebagai suatu tujuan. Ataupun demi kepentingan benda itu sendiri. Contoh, puisi dan tarian
  c. Apa sebab manusia menciptakan keindahan?
Keindahan itu pada dasarnya adalah alamiah. Alam itu ciptaan Tuhan. Ini berarti bahwa keindahan itu ciptaan Tuhan. Alamiah itu artinya wajar tidak berlebihan atau tidak pula kurang, kalau pelukis wanita lebih cantik dari keadaan yang sebenarnya justru tidak indah.
2. Makna Keindahan
   1) Keindahan adalah suatu yang mendatangkan rasa menyenangkan bagi yang melihat (Toistoy).
  2) Keindahan adalah keseluruhan yang merupakan susunan yang teratur dari bagian-bagian yang saling berhubungan satu sama lain, atau dengan keseluruhan itu sendiri. (Baumgarten)
  3) Yang indah adalah yang baik, jika belum baik ciptaan itu belum indah. Keindahan harus dapat memupuk perasaan moral. Jadi ciptaan-ciptaan yang amoral tidak bisa dikatakan indah karena tidak dapat digunakan untuk memupuk moral (Sulzer).
   4) Keindahan dapat berlepas sama sekali dari kebaikan (Michelmah).
  5) Yang indah adalah yang memiliki profesi yang harmonis. Karena profesi yang harmonis itu nyata, maka keindahan itu dapat disamakan dengan kebaikan. Jadi yang indah adalah nyata dan yang nyata adalah yang baik (Shofles Bury).
  6) Keindahan adalah sesuatu yang dapat mendatangkan rasa senang (Hume).
  7) Yang indah adalah yang paling banyak mendatangkan rasa senang. Dan itu adalah yang dalam waktu sesingkat-singkatnya paling banyak memberikan pengalaman yang menyenangkan (Hemsterhuis).
Selain dari pengertian keindahan tersebut di atas terlalu sayang kalau tidak kita lihat pendapat Emmanuel Kant berikut ini: Menurut dia keindahan itu bisa dilihat dari 2 segi yaitu dari segi arti yang subyektif dan dari segi arti yang obyektif. Dari segi arti yang subyektif keindahan di katakan sebagai suatu yang tanpa harus direnungkan ataupun disangkut-pautkan dengan kegunaan kegunaan praktis sudah bisa mendapatkan rasa senang. Pada diri si penghayat, sebagai keserasian yang di kandung obyek sejauh obyek tersebut tidak ditinjau dari segi tujuannya.

BAB III

PENUTUP


Kesimpulan
Cinta memang sesuatu yang indah dan mulia, hanya ukuran dan nilai cinta berbeda beda. Cinta, khususnya antara dua pasang kekasih, terutama bila terjadi diantara dua remaja, kaum muda, maka seolah seolah dunia ini hanya mereka berdualah yang ada dan yang memilikinya.
Indah, mulia tetapi juga sering berakhir tragis seperti dikisahkan dalam cerita legendaris dari dramawan dan sastrawan Inggris William Shakespeare melalui ~ Romeo and Juliet ~ atau Sabik & Ingtay cerita cinta kuno dari Tiongkok, Siti Nurbaya oleh Marah Roesli dari Indonesia. Masih banyak lagi tentunya cerita sejenis. Cinta yang menurut alur pikiran penulisnya, pencetus kisah romantis dan melankolis ini dibumbui dengan liku liku percintaan yang mempunyai ikatan kuat dan murni, sebuah cinta sejati.
Semua ini untuk menguras airmata pembacanya. Selalu indah penuh pengorbaan dan mengharukan. Ini hanya sebuah kisah khayalan yang didramatisir. Masih adakah cinta seperti itu pada kenyataan, khususnya jaman sekarang ? Dunia yang makin maju kedepan dengan loncatan loncatan yang kadang mencengangkan dalam segala bidang, terutama `arti kebebasan` yang justru sering digunakan sebagai pintu gerbang untuk melewati batas batas yang seharusnya tetap dijaga dan tidak dilanggar.
Ladang dan kesempatan untuk melakukan hubungan cinta atau bercinta tersedia dan terbuka luas dan bebas, hampir tanpa batas dibanding jaman ketika cerita romantis yang penuh keindahan cinta itu ditulis. Sebebas terjadinya penyimpangan penyimpangan yang pada umumnya berakhir penuh derita dan penderitaan, bahkan malapetaka. Tidak sedikit menghantui sepanjang sisa hidup.
Cinta itu mulia. Cinta bisa sangat indah. Cinta itu adalah kebahagiaan, tetapi, manakala cinta itu tidak sesuai dengan apa yang dibayangkan, apa yang diperkirakan, apa yang didambakan dan diharapkan dan bahkan jauh dari bayang bayang keindahan, betolak belakang dari kenyataan dan indahnya cinta yang sudah terlanjur tercipta dalam bayang bayAng dan angan angan dua sejoli, maka cinta bisa sangat menyakitkan dan menimbulkan penderitaan yang luar biasa. Salah satu atau kedua duanya yang terlibat didalamnya, bahkan pancaran baik buruknya, kebahagiaan dan kegagalan serta kesedihan yang berlanjut dengan penderitaan sering sanggup menyentuh dan dirasakan orang disekitarnya.

DAFTAR PUSTAKA


Marardi, & Nur Hidayati, IAD, ISD, IBD, Bandung, CV. Pustaka Setia, 2007.

Widagdho, Djoko, Ilmu Budaya Dasar, Jakarta, Bina Aksara, 1988.

Keindahan Cinta : Kerna Tuhannya

Sentiasa hati itu berbicara. Pada Tuhan yang menjadikan perasaan yang terpelihara. Ia tertutup bersama sepi. Ia terpendam bersama kalam. Tika sedang tapak-tapak menyusun langkah. Membina sebuah harapan. Kesempurnaan dan keterikatan jiwa bersama Tuhan. Hanya sendu menemani. Dalam gelap malam yang mendiam. Tanpa ganggu hamba yang berbeda. Tanpa kacau hiruk dunia yang terleka.


Dan diantara tanda-tanda (kebesaran)-Nya, ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari JENISMU SENDIRI, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan diantaramu rasa kasih dan sayang. Sungguh, pada yang demikian itu, benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berfikir.

Ar-Rum, 21

Gugus air mata menjatuh lagi. Mengalir sambil mengusap pipi yang kering. Sudah lama ia kontang. Asyik dengan ibadah-ibadah dunia. Sehingga lupa soal rasa. Sehingga lupa lumrah sebuah fitrah. Sejuk air itu. Beku dan dingin. Memeluknya bersama bicara dengan Tuhan. Yang menjentikkan soal cinta. Yang meniupkan rasa yang tak mampu terungkap dek bait novel. Yang tidak bersifat sementara. Seperti picisan mereka yang melafaz sebelum akad. 


Dijadikan INDAH pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).

Al-Imran, 14

Sering benar. Acap benar. Memohon penuh kerdil pada Tuhannya. Bahawa biarkan sahaja rasa itu. Tertancapnya dikebalkan dek dzikrullah. Yang membaja lembut. Memegang sosok jiwa sang pemuda. Yang butuh cinta selepas nikah. 

Biarkan sahaja cerita itu. Berbahagia tanpa kedekatan yang berapi. Hanya doa yang memangkin harap sekeping jiwa. Berlari dan terus berlari. Dari zina hati. Melihat kesejukan sejarah agung. Baginda dan Khadijah. Ali dan Fatimah. Dan Wildan dan Mardhiah. Hanya terus akan berharap. 

Sesungguhnya hawa nafsu ialah suatu bentuk keinginan yang tidak terpuji. Adapun keinginan yang TERPUJI adalah datangnya daripada panduan Allah s.w.t, yakni kekuatan ataupun dorongan yang menyebabkan manusia mahu menggerakkan dirinya untuk mendapat sesuatu perkara yang bermanfaat, sama ada untuk dirinya, keturunannya ataupun kedua-duanya sekali.

Imam Al-Ghazali

Dan mencarilah jalan cahaya yang bermanfaat. Menafilah duri onak yang mencanak. Biar lagu itu ada akhirnya. Biar aksara itu ada nokhtahnya. Kerna yang tidak berakhir umpama memendam tanpa rasa. Menusuk setiap detik. Luluhnya tak mampu dirasa sama. 

Suatu masa itukan tiba. Menuliskan yang terbaik untuk yang terbaik. Yang menjaga penuh setia. Yang memendam tanpa zina. Yang akhirnya mampu bertemu Tuhan Penguasa Cinta. Pujangga manapun, takkan pernah kisah. Ada apa dengan cinta Adam dan Hawa. 

Qalbu itu diteladani dari puncak rasa yang bercinta. Berharapnya penuh. Yakinnya tak pernah tergugah. Kerna DEMI dan HANYA Tuhan. Beda itu kan bangkitkan persoalan. Tentang nawaitu dan tanggungjawab. Tentang manikam dan jauhari.

Andai benar ia tertulis. Andai benar terukir. Ialah cinta yang terjaga. Batasnya dan gaulnya. Tika yang biasa mencebik muka. Jumud kata mereka. Namun redha Tuhan memayungi kita. Engkau dan aku.


Aku diamkan diri. Juga Engkau turut sama. Kerna kita tak pernah merasa pasti. Kerna kita masih banyak amanah harus diisi. Sebelum benar, cinta ini kan terjalin suci.

PENTINGNYA MINAT DALAM KEGIATAN BELAJAR

18APR
Minat adalah kecenderungan yang tetap untuk memperhatikan dan mengenang beberapa kegiatan. Kegiatan yang diminati tersebut diperhatikan terus menerus yang disertai dengan rasa senang. Rasa senang dan rasa ketertarikan pada kegiatan tersebut tanpa ada yang menyuruh. Minat pada dasarnya adalah penerimaan suatu hubungan antara diri sendiri dengan sesuatu atau kegiatan di luar diri. Semakin kuat atau dekat hubungan tersebut maka semakin besar minatnya.
Dalam kehidupan sehari – hari, minat sering disamakan dengan perhatian, tetapi sebenarnya antara minat dan perhatian mempunyai pengertian yang berbeda. Perhatian itu sifatnya sementara ( tidak dalam waktu lama ) dan belum tentu diikuti rasa senang. Sedangkan minat selalu diikuti dengan perasaan senang dan dari situ diperoleh kepuasan.
Suatu minat dapat diekspresikan melalui suatu pernyataan yang menunjukkan bahwa seorang siswa lebih menunjukkan  / meyukai satu hal dari pada hal yang lain. Dapat juga dimanifestasikan melalui partisipasinya dalam suatu aktivitas. Siswa yang mempunyai minat pada obyek tertentu cenderung untuk memberi perhatian yang lebih besar terhadap obyektersebut.
Minat besar pengaruhnya terhadap belajar,karena bila bahan pelajaran yang dipelajari tidak sesuai dengan minat siswa, siswa tidak akan belajar dengan sebaik – baiknya, karena tidak ada daya tarik baginya. Siswa enggan / ogah – ogahan untukbelajar, dan tidak memperoleh kepuasan dari pelajaran tersebut. Bahan pelajaran yang menarik minat siswa, akan lebih mudah dipelajari dan disimpan.
Mengembangkan minat siswa terhadap suatu pelajaran pada dasarnya adalah membantu siswa melihat bagaimana hubungan anatar materi yang dipelajari dengan dirinya sendiri. Proses ini berarti menunjukkan pada siswa bagaimana pengetahuan atau kecakapan mempengaruhi dirinya, melayani tujuan – tujuannya dan memuaskan kebutuhan – kebutuhannya. Siswa perlu menyadari bahwa belajar merupakan suatu sarana  untuk mencapai tujuan yang penting, dan siswa perlu memahami bahwa hasil dari pengelaman belajarnya akan membawa perubahan dan kemajuan pada dirinya.
Keberhasilan dalam belajar tidak lepas dari adanya minat. Dengan adanya minat akan membuat konsentrasi lebih mudah dilakukan sehingga metari yang dipelajari akan mudah dipahami. Dilihat dari asalnya, minat bisa datang dari dalam diri sendiri dan dari luar dirinya. Minat yang timbul dari dalam diri muncul berdasarkan bakat / potensi yang dimiliki. Dengan kata lain seseorang yang mempunyai bakat tertentu, maka minatnya akan menyesuaikan. Minat yang datang dari luar dirinya, muncul karena adanya pengaruh dari lingkungan di sekitarnya, bisa dari teman pergaulan,keluarga, dank arena kebutuhan.
Jika terdapat siswa yang kurang berminat untuk belajar,dapatlah diusahakan agar siswa mempunyai minat yang lebih besar dengan beberapa cara antara lain:
  1. Menjelaskan hal – hal yang menarik dan berguna bagi kehidupan melalui kegiatan belajar.
  2. Menumbuhkan rasa senang dalam belajar. Belajar adalah kebutuhan.
  3. Menghubungkan antara kegiatan belajar dengan pencapaian cita-cita serta dengan bahan pelajaran yang dipelajari.
  4. Buku catatan dibuat yang rapi,lengkap dan menarik dapat juga diberihiasan seperlunya, untuk menumbuhkan rasa senang dan tidak bosan.
  5. Tempat belajar ditata yang rapi,bersih, dan indah,sehingga krasan saat belajar.
  6. Menjalin hubungan yang harmonis dengan guru, orang tua dan teman..
Minat belajar yang tinggi akan memudahkan siswa dalam pencapaian tujuan belajar. Ciri siswa yang mempunyai minat belajar yang tinggi dapat dilihat dari usaha yang dilakukannya dalam kegiatan belajarnya,misalnya:
a.    Mempunyai catatan yang lengkap
b.    Selalu mengerjakantugas yang diberikan guru dengan senang hati.
c.    Menaruh perhatian yang besar pada kegiatan belajar.
d.    Selalu mempunyai waktu untuk belajar.
e.    Mau bertanya manakala kurang jelas
f.     Tidak mudah terganggu ketika belajar
g.    Mudah berkonsentrasi pada waktu belajar.
h.    Rajin mencari sumber belajar baik dari buku, guru,teman maupunmedia belajar yang lain.
i.      Prestasi belajar akan lebih baik  ( Lewi )

Melihat dan Mendengar dengan Hati

17AGU
mata dan telinga
Wahai manusia. Apakah kalian sudah bisa melihat? Apakah kalian sudah bisa mendengar? Apakah yang kalian lihat dan dengar itu sudah benar? Apakah sudah menggunakan hatimu? Karena aku masih saja melihat bahwa kalian terus berbohong dan membohongi diri kalian sendiri. Yang oleh karena itulah kalian pun menjadi munafik.

Jangan biarkan waktumu habis hanya dalam kebohongan diri. Tetaplah dalam ikatan batin yang terikat kepada-Nya. Dan ketika engkau dapat menyadari kefanaan dirimu itu, maka bersyukurlah. Karena siapa saja yang belum bisa bersyukur dalam arti yang sebenarnya, akan cenderung menyombongkan dirinya. Ia pun – sadar atau tidak – akan merasa bisa hidup dalam waktu yang lama, bahkan abadi. Sehingga tiada yang berarti dalam hidupnya, selain kehinaan.
Ingatlah wahai manusia, ingatlah! Bahwa dalam kasih-Nya Allah SWT telah mengingatkan kita semua dengan berfirman;
”Maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar? Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang di dalam dada” (QS. Al-Hajj [22] ayat 46)
Tapi, apa yang terjadi? Apa yang kebanyakan di lakukan? Tidaklah kalian senang membaca ayat ini. Kalian pun tidak memahami dan tidak pula menjalaninya. Sehingga tidak sedikit darimu yang terus ingkar kepada aturan-Nya. Hukum-hukum-Nya pun hanya di jadikan topeng yang selalu digunakan untuk menutupi keburukan akhlakmu. Engkau juga telah berlaku munafik, yang bahkan di lakukan di setiap harinya.
Ya. Demikianlah adanya dirimu hai orang-orang munafik. Tidaklah aku tertipu oleh dusta dan ketersembunyian dirimu yang licik itu. Sebab, mataku jelas melihatnya, telingaku jelas mendengarnya, sementara hatiku lebih dari pada pengetahuan itu. Dan ketika aku berdekatan denganmu, maka yang tampak bagiku hanyalah syaitan berbadan manusia.
“Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap Nabi itu musuh, yaitu syaitan-syaitan (dari jenis) manusia dan (dan jenis) jin, sebagian dari mereka itu membisikkan kepada sebagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia),…..” (QS. Al-An`aam [6] ayat 112)
Bersyukurlah bagi yang hatinya tidak buta. Meskipun kebutaan zahir telah nyata di tubuhnya, maka siapa saja yang hatinya tidak buta, ia akan tetap bisa melihat dengan jelas. Sementara yang matanya normal dan sehat, tidak jarang terus buta dalam kehidupannya.
Inilah di antara pribadi yang tidak bisa menatap wajah-Nya dalam pertemuan cinta. Bagaimana ia dapat melihat, sementara mata yang harus digunakan telah ditutupi kemunafikkan diri? Dan ketika ia terus berpura-pura bisa melihat-Nya, maka disitulah tampak kehinaan dan kebodohannya semakin jelas.
O… sungguh sangat disayangkan saat ini, karena semua yang terbaik bagi manusia telah ada. Tuntunan yang benar pun sudah di wariskan oleh kekasih yang mulia; Rasulullah SAW. Namun engkau – khususnya orang Islam – tidak mengindahkannya. Kalian terus saja menjauh dari rahmat-Nya, yang tentunya akan menjauhkan dirimu dari kemuliaan.
Bahkan sebenarnya kalian sudah tahu tentang mana yang salah dan mana yang benar, mana yang hak dan mana pula yang bathil, dan banyak pula dari kalian sudah tahu tentang siksaan di Neraka dan kebahagiaan di Syurga. Tetapi kenyataannya, kalian pun tidak ber-istiqomah dalam Islam. Kalian juga tidak bersungguh-sungguh dalam menjalankan perintah dan larangan-Nya, dengan tidak sibuk mempersiapkan bekal akheratmu. Dan itu terlihat jelas, ketika di setiap harinya justru hanya duniawi dan duniawi yang di urus, tidak lebih dari itu. Sehingga yang tertinggal hanyalah kehinaan dan penyesalan belaka.
Untuk itu, janganlah engkau bersuka cita dalam kesenangan duniawi, namun jangan pula bersedih hati dalam penderitaannya. Bersedihlah di dalam kesenangan duniawi dan berbahagialah di dalam penderitaannya, karena engkau pun akan tercukupi oleh-Nya.
Ya. Beragam ujian adalah hamparan padang anugerah-Nya. Lembah kesucian dan hari raya bagi kemuliaan. Sehingga bila saat ini engkau tidak beruntung, maka yakinlah bahwa suatu saat nanti itu akan berbeda. Jika tidak di dunia, tentulah pasti di akherat nanti.
Sehingga, bagaimana bisa engkau tidak berusaha mencari, bila Dia senantiasa terhijab? Bagaimana dirimu bisa tenang, sementara Dia terus mengawasi? Engkaulah penentu! Engkaulah yang memilihnya! Sedangkan Dia telah menebarkan rahmat dan anugerah-Nya di dunia. Yang bisa kau ambil hanya dengan hati yang jujur dalam menjalankan hukum-Nya.
Namun, banyaklah dari kalian yang senang dengan kebohongan dan tidak sedikit yang cinta dengan kemunafikkan. Lihatlah ketika kalian berpuasa di bulan Ramadhan, bukankah dusta dan sifat riya`-mu semakin meningkat?. Lihatlah dirimu yang sebelumnya tidak pernah sembahyang berjamaah di masjid, lalu rajin datang ke masjid. Dirimu yang tidak biasa ber-tadarus Al-Qur`an, akhirnya rajin juga membaca ayat-ayat Al-Qur`an. Dan dirimu yang tidak pernah bersedekah, akhirnya berlombang-lomba melakukannya. Tetapi jika bulan puasa berlalu dan Syawal telah datang, engkau kembali pada kebiasaan lamamu, yaitu larut dalam kemaksiatan dan cinta duniawi lainnya. Sehingga inilah bukti nyata akan kebohongan dan kemunafikan dirimu, hai orang-orang munafik.
O… Mana penglihatanmu? Mana pendengaranmu wahai manusia? Engkau punya mata, tetapi tak melihat-Nya. Engkau punya telinga, tetapi tidak mendengar-Nya. Bahkan hatimu yang ada di dalam dada tidak bisa lagi merasakan rasa yang seharusnya engkau miliki, yaitu cinta kepada-Nya. Dan itu semua hilang bersama waktu yang bergulir, dengan tidak senang mengikuti perintah dan larangan-Nya. Yang pada akhirnya akan menjerumuskanmu semakin dalam di dalam azab-Nya.
Ya. Jika engkau mencintai sesuatu, maka hati-hatilah dengan penghambaan diri. Sebab, saat dirimu mencintai sesuatu sehingga lebih dari mencintai Dzat Allah SWT, maka sebenarnya dirimu telah menjadi hambanya. Terlalu cinta kepada duniawi, artinya engkau menuhankan dia. Terlalu cinta kepada harta dan jabatan, berarti engkau telah menjadi hambanya. Dan terlalu mencintai anak istri, kekasih atau bahkan dirimu sendiri juga berarti bahwa dirimu telah menuhankan itu semua.
Lantas apakah masih pantas engkau mengaku sebagai hamba-Nya yang setia? Apakah layak dirimu tetap merasa masih sebagai bagian dari Mukmin yang sejati. Padahal engkau telah menduakan-Nya. Engkau pun telah jelas tertipu. Engkau telah dibohongi oleh iblis dan syaitan. Bahkan dirimu juga telah dibodohi, lantaran tidak melihat dan mendengar dengan hatimu. Sementara bila hanya mata, maka itulah gerbang kekeliruan diri.
Untuk itu, tidaklah cukup bila dirimu hanya menyaksikan apa saja yang tampak di depan mata dan di dengar oleh telinga zahirmu. Engkau harus melihat dan mendengarkan yang lainnya, yang itu semua hanya bisa di lihat dan di dengarkan oleh hatimu. Sebab, mata dan telinga hati dapat menembus apa saja, yang bahkan tidak satupun bisa di lakukan oleh mata dan telinga zahir.
Sering-seringlah engkau menyatu dengan alam bebas di luar sana. Karena dengannya, maka penglihatan dan pendengaranmu akan semakin tajam dari biasanya. Dan ini sudah terbukti pasti, sebab semua para Nabi dan Rasul adalah petualang yang sering bertadabur di alam bebas. Mereka pun senantiasa berpikir, sehingga mereka bisa merasakan yang tidak bisa dirasakan oleh kebanyakan orang. Bisa melihat dan mendengar yang tidak dapat di lakukan oleh orang-orang yang ada di sekitar mereka. Sehingga mereka pun membenarkan yang salah, memperbaiki yang rusak, dan melengkapi yang kurang dalam cinta yang murni.
Ya. Bukankah sebaik-baiknya yang kita lakukan adalah mengikuti jejak para Nabi dan Rasul? Mereka selalu menggunakan mata dan telinga hatinya, sehingga amal dan ibadahnya hanya kepada dan untuk Dzat Allah SWT. Dan ini adalah kebahagiaan yang sebenarnya, inilah keindahan yang sejati. Sementara cinta yang murni telah menjadi langkah awal, ruas jalan dan tujuan akhir dari perjalanan mereka.
Makanya, tidaklah seseorang itu akan keluar dari kesedihan bila saja ia tidak mau melihat dan mendengarkan dengan hatinya sendiri. Padahal hanya dengan bisa keluar dari kesedihanlah, maka seseorang pun akan beribadah dan melakukan penghambaan diri dengan benar kepada-Nya. Ini tidak bisa ditawar-tawar lagi, karena kesedihan yang sesungguhnya adalah kebahagiaan yang bisa dirasakan oleh yang beriman. Kesenangan yang hanya bisa dinikmati oleh pribadi yang mata dan telinga hatinya tidak buta.
Tapi dirimu senantiasa menjauh dari keimanan yang sesungguhnya. Engkau gemar sekali menumbangkan cinta yang sejati hanya kepada-Nya, dengan senang melakukan sesuatu yang dibarengi dengan riya`. Engkau kerap bekerja dan beribadah dengan mengharapkan pahala dan terhindar dari dosa. Padahal bekerja dan beribadah itu hanya Allah SWT lah yang tahu kualitasnya. Dia pula yang akan memberikan balasannya, yang akan sesuai dengan keikhlasanmu. Sementara saat dirimu masih berlaku riya` dan mengharapkan balasan yang setimpal dari-Nya, itu berarti tidak ikhlas, sehingga bahkan bisa menjadi beban dosa yang kian menumpuk di atas pundakmu.
Dia Maha Mengetahui kekurangan dirimu, tetapi engkau terus saja merasa paling sempurna. Dia Maha Melihat kebusukan perilakumu, namun dirimu masih saja terus menipu-Nya. Engkau sungguh tolol, tetapi merasa paling pintar. Sehingga yang tertinggal hanyalah kehinaan.
Allah SWT telah mengancam kalian hai orang-orang kufur dengan berfirman;
“Mereka tuli, bisu dan buta (hatinya), maka tidaklah mereka akan kembali (ke jalan yang benar)” (QS. Al-Baqarah [2] ayat 18)
Ya. Demikianlah adanya, bahwa banyak sekali di antara kalian yang telah tuli, bisu dan buta, tetapi bukan secara fisik, melainkan hatinya. Sehingga tidak dapat lagi melihat, mendengar dan merasakan kebenaran yang datangnya dari kebenaran-Nya. Kalian hanya mengikuti prasangka kalian sendiri, yang juga diiringi oleh prasangka para penyembah berhala duniawi. Yang pada akhirnya mengantarkan diri kalian sendiri ke jurang kehancuran di akherat; Neraka.
Maka dari itu wahai semuanya. Tidaklah kalian bisa menjadi manusia yang sesungguhnya selama tidak mau menggunakan mata dan telinga hatimu. Tidak akan mungkin engkau bisa berada di dalam tingkat derajat kemuliaan, bila tidak mengunakan mata dan telinga hatimu. Karena segala sesuatu yang dilihat dan di dengar dengan hati adalah kebenaran yang sejati. Yang dengannya pula akan hadirlah banyak kebaikan, kebagusan dan kebenaran Ilahi. Sehingga yang tersisa nanti adalah kebahagiaan, keindahan dan kemuliaan yang sesungguhnya.
Namun, engkau tetaplah dirimu yang dungu. Tidak mau mendengar dan tidak pula mau melihat. Hatimu yang sejatinya adalah tempat cahaya Ilahi, justru di jadikan tempat bersemayamnya syaitan. Engkau pun senang dengan hal itu, sehingga terus berada di dalam kekufuran. Tidak berusaha keluar darinya, bahkan sampai harus meregang nyawa.
Ya. Kapan terakhir kalinya dirimu menangisi akheratmu? Atau malah justru banyak menangis tetapi demi duniamu. Padahal antara kehidupan dunia dan kehidupan akherat perbandingannya sangat jauh. Dunia hanya bersifat sementara, sedangkan akherat selamanya. Lantas mengapa dirimu hanya menangisi tentang masalah dunia, sementara ia hanya sementara? Mengapa tidak akheratmu saja yang banyak kau tangisi; misalnya tentang bekal yang masih sedikit, karena ia akan abadi.
Lihatlah dirimu sendiri! Engkau sudah hidup di dunia, makan dan minum, bangun dan terjaga pun di dunia. Tetapi mengapa tetap saja yang kau kejar-kejar adalah duniawi? Mengapa tidak ada yang lain dari itu, yaitu mempersiapkan bekal akheratmu? Padahal hanya dengan itulah engkau pun dapat selamat dari azab-Nya.
Untuk itulah, Allah SWT tidak pernah menyukai amal dan ibadah yang tidak diperuntukkan kepada-Nya. Jangan engkau mengira Dia membutuhkan apa yang kau berikan, karena engkaulah yang membutuhkan itu semuanya nanti. Dia Maha Kaya dan telah cukup dengan Diri-Nya sendiri. Tidak pernah ada yang bisa mempengaruhi atau mengurangi-Nya. Karena Dia-lah Sang Maha Kuasa.
Pun, janganlah engkau bangga dengan datangnya anugerah yang Dia berikan. Sebab, hal itu bisa saja sebagian dari ujian-Nya yang besar. Tetaplah engkau menggunakan mata dan telinga hatimu. Tetaplah engkau pada sikap wustha (pertengahan) dan seimbang dalam segala hal. Niscaya engkau bisa keluar dari kesedihan, sementara keselamatan dan rahmat-Nya pun tentu senang menyertaimu.

[Cuplikan dari buku "Kesedihan yang Indah", karya; Mashudi Antoro]